Architecture Rooted in Place, Culture, and People : Menjaga Identitas Lokal di Tengah Tantangan Global

 

 

Arsitektur yang baik tidak hanya menghasilkan bangunan yang indah, tetapi juga mampu mencerminkan karakter suatu tempat, menghargai budaya, dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang menghuninya. Berangkat dari semangat tersebut, sebuah sesi diskusi internasional akan menghadirkan dua arsitek terkemuka Asia untuk berbagi pemikiran mengenai bagaimana arsitektur dapat tetap berakar pada identitas lokal sekaligus menjawab tantangan global.

Melalui forum ini, peserta akan diajak memahami bahwa setiap karya arsitektur lahir dari hubungan yang erat antara ruang, budaya, dan manusia. Di tengah perkembangan teknologi serta perubahan lingkungan yang semakin cepat, nilai-nilai lokal tetap memiliki peran penting sebagai fondasi dalam menciptakan desain yang berkelanjutan dan bermakna.

Salah satu pembicara yang akan hadir adalah Ar. Yori Antar, IAI, yang dikenal sebagai The Architect of Living Heritage. Selama bertahun-tahun, beliau aktif mengangkat kembali kekayaan arsitektur Nusantara melalui berbagai proyek konservasi dan pendekatan desain kontemporer. Dalam sesi ini, Ar. Yori Antar akan membagikan filosofi mengenai pentingnya menjaga identitas arsitektur Indonesia serta bagaimana kearifan lokal dapat terus relevan bagi generasi mendatang.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Ar. Rafiq Azam dari Bangladesh, seorang arsitek yang dikenal secara internasional melalui karya-karyanya yang peka terhadap iklim, konteks, dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan desainnya menunjukkan bagaimana arsitektur mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya estetis, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.

Diskusi akan diperkaya oleh Ar. Yulianto P. Prihatmaji, IAI sebagai Discussant, yang akan memberikan tanggapan serta memperluas perspektif terhadap berbagai gagasan yang disampaikan para pembicara. Jalannya acara akan dipandu oleh Ar. Putu Risca Adi Kurniawan, IAI, sehingga tercipta dialog yang dinamis dan inspiratif.

Melalui pertemuan lintas negara ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga identitas lokal di tengah arus globalisasi, sekaligus memahami bagaimana arsitektur dapat menjadi jembatan antara tradisi, inovasi, dan keberlanjutan.

Detail Acara

Tema: Architecture Rooted in Place, Culture, and People
Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026
Waktu: 16.00 WIB
Lokasi: GIK Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

KUM IAI : 10

Link Pendaftaran : Klik Disini

Sesi ini terbuka bagi arsitek, mahasiswa, akademisi, pemerhati desain, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman mengenai peran arsitektur dalam melestarikan identitas budaya sekaligus menghadapi berbagai tantangan masa depan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendengarkan langsung pemikiran dari tokoh-tokoh arsitektur yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan arsitektur di tingkat regional maupun internasional.

Baca Juga : Designing for Communities : Saat Arsitektur Dimulai dari Manusia